Sahabat,
Kita sering mendenggar dan membahas perihal pengampunan; dengan penekanan
kalau tidak mengampuni maka Tuhan pun tidak akan mengampuni kita.
Dibalik Doa yang Tuhan Yesus ajarkan perihal pengampunan, ada esensi lain yang tak kalah penting, belajar untuk meminta maaf. Antara pengampunan dan permintaan maaf mempunyai hubungan yang sangat kuat. Dari pada berlama-lama menanti sebuah pengampunan, bukankah lebih bijak jika kita yang lebih dahulu meminta maaf kan ?.
Simon Petrus bukanlah murid yang sempurna, tercatat pernah menyangkal Tuhan Yesus sebanyak tiga kali. Sebelumnya Tuhan Yesus sudah memperingatkannya, sebelum akan berkokok, Petrus telah menyangkal Yesus sebanyak tiga kali. Memang di Alkitab tidak ada dikatakan, bahwa Petrus minta maaf secara langsung kepada Yesus, tapi lewat air mata dan kesedihan yang luar biasa Petrus sudah menunjukkan penyesalan, serta dibuktikan setelah Yesus naik ke Surga, Petrus dipenuhi oleh Roh Kudus dan memberitakan ijinl, di akhir hidupnya Petrus meninggal martir dengan cara
disalib kepala dibawah dan kaki diatas. Matius 26:75 Maka teringatlah Petrus akan apa yang dikatakan Yesus kepadanya: "Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali." Lalu ia pergi ke luar dan menangis dengan sedihnya
Sangat berbeda dengan Yudas, setelah menjual Tuhan Yesus seharga 30 keping
perak, awalnya timbul rasa penyesalan, tapi cukup sampai disitu saja, dan akhirnya meninggal dengan cara mengenaskan. Kisah 1:18 ? Yudas ini telah membeli sebidang tanah dengan upah kejahatannya, lalu ia jatuh tertelungkup, dan perutnya terbelah sehingga semua isi perutnya tertumpah ke luar.
Kira-kira, mana lebih mudah untuk diterapkan, MENGAMPUNI atau MEMINTA MAAF?
Kapan terakhir kali anda memintaamaaf ketika anda sedang dalam situasi KONFLIK ? atau anda lebih memilih menunggu orang lain yang meminta maaf lebih dulu - PPTWR
Tiada ulasan:
Catat Ulasan