Rabu, 23 Februari 2011

Mahalnya Pengorbanan Tuhan Yesus di Salib ...

MAHALNYA PENGORBANAN YESUS DI ATAS KAYU SALIB
Seorang bapak setengah baya bekerja pada sebuah perusahaan kereta
api, dan tugas bapak ini mudah saja. Beliau hanya bertugas menarik
sebuah tuas yang mengerakkan roda-roda raksasa yang saling
berhubungan untuk mengangkat jembatan yang merintangi jalan kereta
api itu, sehingga kereta api tersebut dapat lewat dengan selamat --
jika jembatan tersebut tidak diangkat, maka kereta api itu akan
mengalami kecelakaan yang sangat hebat.

Bapak ini memunyai satu orang anak yang sangat dikasihi dengan
segenap jiwanya. Suatu hari, sang anak mengunjunginya di tempat
kerja dan ia membiarkan anaknya melihat-lihat tempat kerjanya.
Sewaktu anak ini menghampiri roda-roda raksasa tersebut, tiba-tiba
sang anak terpeleset dan jatuh di antara roda-roda raksasa tersebut.
Malang baginya, kaki anak kecil tersebut terjepit dengan eratnya di
antara gerigi roda-roda raksasa. Melihat kaki anaknya yang terjepit,
sang bapak dengan serta-merta menolong melepaskan kaki anak
tersayangnya dari jepitan gerigi roda-roda.

Setelah berusaha sekian lama, sang bapak masih belum bisa melepaskan
kaki anaknya. Sesaat kemudian, sang anak mulai menangis karena
ketakutan. Tiba-tiba dari kejauhan terdengar secara samar-samar
suara peluit kereta api, memberi tanda agar jembatan itu harus
segera diangkat. Sesaat kemudian, hati bapak ini menjadi sangat
sedih dan ketakutan. Di dalam kecemasannya, dia masih berusaha
melepaskan kaki anaknya, meskipun belum berhasil juga.

Tidak lama kemudian, suara peluit kereta api tersebut terdengar
semakin jelas dan dekat. Hati bapak ini seketika menjadi hancur.
Bapak ini mulai menangis dengan sedihnya. Di dalam hati bapak ini
muncul suatu keraguan, haruskah dia mengorbankan anak satu-satunya
demi menyelamatkan kereta api itu yang penumpangnya tak ada satu pun
yang dia kenal? Namun, jika dia memilih untuk menyelamatkan anaknya,
maka berapa jiwa yang akan melayang dengan sia-sia hanya gara-gara satu orang saja?

Sesaat kemudian, bapak ini perlahan-lahan mencium kening anaknya
dengan penuh kasih sayang dan dengan hati yang hancur. Lalu bapak
ini mulai berdiri dan menuju ke tuas pengangkat jembatan dengan air
mata yang membasahi sampai ke bajunya. Sang bapak ini melihat sekali
lagi pada anak satu-satunya itu. Sesaat kemudian, bapak ini menarik
tuasnya, jatuh lemas, dan menangis sejadi-jadinya tanpa berani
melihat proses kematian anaknya yang sangat tragis yang tidak pernah
dibayangkan olehnya demi menyelamatkan orang-orang yang ada di dalam
kereta api itu -- orang-orang yang sama sekali tidak menyadari bahwa
saat itu juga mereka telah bebas dari kematian yang kekal.

Saudaraku yang terkasih, jika kita renungkan kembali kisah di atas,
bukankah peristiwa itu juga pernah terjadi 2000 tahun yang lalu, di
mana Yesus telah disalib hanya untuk menebus dosa kita? Siapakah
kita ini sehingga kita memperoleh keselamatan itu? Sesungguhnya kita
ini tidak lebih dari sampah yang tidak ada harganya. Tetapi kasih Yesus begitu besar,
sehingga Dia rela mati di atas kayu salib hanya untuk menebus dosa kita.

*) Ditulis ulang dari sumber aslinya.

Diambil dan disunting seperlunya dari:
Nama situs: Be The Light Of The World
Ditulis ulang oleh: Melvin Gilbert

Tiada ulasan:

Catat Ulasan